RSS

PENGARUH GANJARAN DAN HUKUMAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DI DESA MONTORNA PASONGSONGAN SUMENEP TAHUN 2010

28 Feb

\|(SALINAN DARI SKRIPSI\|))

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan mempunyai kedudukan yang amat penting, karena seperti dikatakan oleh pemikir Barat, John Dewey bahwa “Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan fundamental, secara intelektual dan emosional.” Pendidikan tidak hanya sebuah pengajaran yang berorientasi pada kecakapan teoritis, akan tetapi pendidikan lebih ditekankan pada individual praktik .
Untuk memiliki suatu kecakapan dalam proses pendidikan maka tidak lepas dari tujuan pendidikan, metode dan evaluasi . Sebagai kegiatan yang terencana dalam proses pendidikan harus memiliki kejelasan tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan pendidikan dalam proses belajar mengajar merupakan faktor yang esensi yang harus diperhatikan, karena tujuan merupakan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki . Melihat pentingnya tujuan dalam proses pendidikan, Ahmad D. Marimba menyebutkan empat fungsi tujuan pendidikan:
Pertama, tujuan berfungsi mengakhiri usaha. Kedua, tujuan berfungsi mengarahkan usaha, .Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, yaitu tujuan-tujuan baru maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama. Keempat, sebagai pemberi nilai terhadap suatu kegiatan .
Adapun tujuan pendidikan yang ada dalam UU. RI. No.20. tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yaitu:
“pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yan Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”.

Dengan demikian, pendidikan merupakan hal yang utama di dalam mengembangkan kepribadian manusia, dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional yang dengan nilai-nilai itu dapat mewarnai anak didik dalam berbuat baik di lingkungan sosial, sekolah dan masyarakat, yang sebagaimaa tersirat dan diamanatkan dalam UU di atas, yaitu membentuk anak didik yang berakhlak mulia, cakap, berilmu, kreatif dan mandiri.
Karena tujuan pendidikan yang tertera dalam UU di atas itu sangat kompleks, maka agar dapat diacu dan sesuai dengan kajian ini, harus dipilah. Pemilahan yang dimaksud penulis tentu akan dapat mengacu pada komponen pendidikan.
Dalam setiap komponen pendidikan, perinsip ganjaran dan hukuman yang merupakan salah satu perinsip dalam pendidikan yang fundamental , juga di ajarkan dalam agama Islam. Kalaulah tidak ada perinsip ini, tentu tiada bedanya antara orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat jahad. Allah SWT berfirman:
وَمَا يَسْتَِوى الأعْمَى وَاْلبَصِيْرُ وَالَّذِيْنَ أمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّلِحَاتِ وَلااْلمُسِئَ قَلِيْلا مَا تَتَذَكَّرُوْنَ (المؤمن : 58)
“Dan tidaklah sama antara orang yang buta dan orang yang melihat, dan tidaklah pula sama orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal shaleh dengan orang-orang yang durhaka.sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.”(al-Mukminun:58) .
Oleh karena itu perlu mencari perinsip yang tepat untuk memberikn Ganjaran dan Hukuman agar tidak timbul kebencian dan penyelewengan serta agar mudah membentuk mereka selaras dengan perinsip akhlak dan agama.
Allah SWT menganugerahi manusia kecendrungan kepada kebaikan dan keburukan, dengan kecendrungan inilah pendidikan Islam berupaya mengembangkannya dengan jalan kebaikan dan jalur keimanan.dan kebaikan ini perlu di arahkan kepada penguatan, dorongan, dan imbalan, sedangkan keburukan perlu dipagari dan dicegah dengan hukuman .
Nabi Muhannad SAW. mencontohkan pula di dalam perilaku yang negatif dengan hukuman pada anak-anakyang meninggalkan shalat. Namun di dalam memberi hukuman penting diperhatikan pemahaman kepada anak kenapa diberi hukuman. Pemberian hukuman diberikan setelah anak diberi teguran dulu sebelumnya
مُرُوْا اَوْلادَكُمْ بِاْلصَّلاةِوَهُمْ أبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ وَاضِْربُوْاهُمْ وَهُمْ أبْنَاءُ عَشِْرسِنِيْنَ وَفرِّقُوْا فِى اْلمَضَاجِعِ (رواه ابوداود)
“Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika mereka telah berusia 10 tahun.”(HR.Ahmad Abu Daud dan Al-Hakim) .
Dari contoh praktek Rasulullah seperti yang termaktub di atas, maka penulis menganalisis bahwa perbuatan positif pada anak sangat perlu diberi ganjaran sebagai bentuk penghargaan terhadap perbuatan positifnya, dan hukuman juga amat perlu diberikan sebagai koreksi dan pelajaran terhadap perbuatan negatifnya.
Apabila ditinjau dari ilmu Psikologi Anak yang berhubungan dengan masalah ganjaran dan hukuman, maka akan semakin jelas apabila penulis merujuk kepada Budaiwi. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seorang anak menerima prinsip-prinsip imbalan atau ganjaran dan sanksi atau hukuman . Keluarga telah diyakini, merupakan pemupuk pertama dalam hal mental, dan pembentukan watak . Dan dalam lingkunganlah seorang anak mengenal; membaca pertama kali, mengenal berhitung yang paling awal, dari kesemuanya itu, ganjaran dan hukuman bermutu .
Ganjaran dan hukuman orang tua dapat menjadi motivasi belajar anak apabila perakteknya lebih menekankan pada ganjaran, dari pada hukuman, karena apabila hukuman berlebihan maka berakibat pada psikologis anak, yakni anak akan tumbuh tidak percaya diri atau mender . Hukuman fisik pada era modern sudah tidak dipakai yang diberlakukan saat ini hukuman yang mengandung pendidikan seperti menghafal surat-surat pendek, membersihkan rumah, menghafal kosa kata dll.
Bentuk-bentuk motivasi dalam belajar salah satunya adalah dengan Ganjaran dan Hukuman bagian yang tak terpisahkan karena menjadi pengokoh solidaritas sosial dan dengan memperkuat nilai-nilai yang paling asasi yang sedang dilanggar.
Penelitian ini mencoba mencari titik terang yang selama ini selalu menjadi tanda tanya cukup besar, khususnya pada diri penulis, mengenai keterpangaruhan antara ganjaran dan hukuman dengan motivasi seorang anak. Selama ini hanya ada perkiraan bahwa ada pengaruh antara ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak, khususnya dalam keluarga dan untuk mencapai prestai belajar dalam sekolah.
Pada kenyataannya, setelah penulis mangadakan penilitian awal ternyata ganjaran dan hukuman di desa Montorna tidak semua orang tua menerapkan metode ini. Hanya orang tua yang berpendidikan dan yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan anak-anaknya saat ini dan yang akan datang.
Dengan demikian peneliti merasa tertarik untuk meneliti tema di atas, sehingga penulis dapat mengambil judul, yaitu : PENGARUH GANJARAN DAN HUKUMAN ORANG TUA TERHADAP MUTIVASI BELAJAR ANAK MI DIDESA MUNTORNA PASONGSONGAN SUMENEP TAHUN 2010.

B. Rumusan Masalah
Secara garis besar permasalahan harus diangkat dari tiga gejala, yaitu pertama, mengetahui status dan mendiskripsikan fenomena; kedua, membandingkan dua fenomina atau lebih (problema komparasi); ketiga, mencari hubungan antara dua fenomena (problema korelasi) .
Mengacu pada pemikiran di atas dan memperhatikan pada latar belakang masalah, maka penulis kemukakan rumusan masalah yang akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh gnjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2010?
2. Seberapa besar pengaruh ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2010?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah penulis paparkan, telah sampailah kepada tujuan apa yang hendak penulis capai dalam menyusun karya ilmiah ini. Adapun tujuan penelitian yang ingin penulis capai adalah :
1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2010.
2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2010.
D. Kegunaan Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi :
1. Orang tua, sebagai koreksi dan saran di dalam memberikan ganjaran dan hukuman kepada anak
2. Tokoh masyarakat, sebagai masukan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan melalui ganjaran dan hukuman.
3. STIK Annuqayah, sebagai tambahan referensi di perpustakaan STIK Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
4. Bagi ilmuwan, sebagai bahan acuan untuk penelitian yang sejenis.
E. Alasan Memilih Judul
1. Alasan Objektif
a. Masalah ganjaran dan hukuman orang tua terhadap anak sangat menarik diteliti karena mempunyai relevansi terhadap perkembangan pendidikan anak
b. Ganjaran dan hukuman orang tua adalah salah satu metode motivasi dan pengevaluasi terhadap pendidikan belajar anak
c. Sejauh yang penulis ketahui judul di atas tidak pernah diteliti oleh maha siswa STIK Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep.
d. Judul di atas penting untuk di tiliti dengan harapan bisab menjadi sumbangan penikiran kepada orang tua dan perkembangan pendidikan kepada anaknya.
2. Alasan Subjektif
a. Penulis sangat tertarik dengan judul ini karena dimotivasi rasa ingin tahu sampai dimana keefektifan orang tua di dalam memberikan ganjaran dan hukuman kepada anaknya
b. Menurut penulis judul di atas penting diteliti dan mudah dijangkau baik dari segi waktu, biaya, dan tempat untuk melakukan penelitian.
F. Asumsi dan Postulat
1. Asumsi
Menurut Winarno Surakhmad, anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik atau peneliti .
Penelitian perlu merumuskan asumsi guna sebagai dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti, mempertegas variabel penelitian serta merumuskan dan menentukan hipotesis.
Asumsi yang kebenarannya diterima oleh penulis dalam penelitian ini adalah
a. Hukuman jika di sesuaikan dengan keadaan, umur, dan kondisi anak maka akan menjadikan perbaikan-perbaikan terhadap kesalahan anak .
b. Ganjaran memberika pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa anak untuk melakukan perbuatan yang positif dan bersikap progresif .

2.Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul . Mengacu pada devinisi di atas, penulis mempunyai rumusan hipotesis sebagai berikut:
a. Hipotesis kerja atau disebut dengan hipotesis alternatif ( Ha) Ganjaran dan hukuman orang tua mempunyai pengaruh positif erhadap motifasi belajara anak di Desa Montorna Pasongsongsn Sumenep tahun 2010
b. Hipotesis Nihil disebut juga hipotesis statistik (Ho) Ganjaran dan hukuman orang tua tidak mempunyai pengaruh terhadap motivasi belajar anak MI di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep tahun 2010
G. Ruang Lingkup Penelitian
Agar penelitian ini dapat berjalan lebih terarah dan fokus sesuai dengan keinginan penulis, maka sangat penting dijelasakan batasan-batasan dan ruang lingkup adalah sebagai berikut:
1. Ruang lingkup penelitian
a. Ganjaran
Adapun indikatornya adalah sebagai beriku:
1. Anak dapat termotivasi dalam berkeinginan untuk belajar secara maksimal.
2. Anak dapat termotivasi dalam kegiatan pembelajaran secara efektif dan dinamis.
3. Anak dapat mempertahankan prestasi belajar apabila ia sejak dini telah termotivasi atau telah berprestasi.

b. Hukuman
Sedangkan indikator dari hukuman pada diri anak yaitu sebagai berikut:
1 . Anak dapat memperbaiki kegagalan dalam pembelajarannya.
2. Anak dapat meningkatkan prestasi dalam pembelajarannya.
3. Anak dapat menyadari tugas apa yang harus ia lakukan sebagai seorang anak yang masih dalam proses pembelajaran
c. Motifasi
Adapun indikator motivasi belajar anak adalah sebagai berikut:
1. Anak senang melakukan suatu pekerjaan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dengan baik dan benar.
2. Anak dapat diidentifikasi oleh orang tuanya melalui dua kecendrungan tatkala motivasi belajar selalu digalakkan pada diri anak, yaitu: anak mempunyai laju prestasi yang terus meningkat dalam belajar dan anak dapat bersemangat dalam proses pembelajarannya tersebut.

2. Ruang lingkup lokasi
Adapun lokasi yang mau ditili adalah desa Montorna Pasongsongan Sumenep tahun 2010

H. Batasan Istilah Dalam Judul
Untuk menaggulangi kesalahpahaman yang penulis maksudkan dalm skripsi ini, maka perlu penulis jelaskan penegasan judul dengan memberi arti dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul di atas
1. Pengaruh
Pengaruh adalah kekuatan yang ada atau timbul dari sesuatu:
Yang dimaksud dengan pengaruh dalam penelitian ini adalah kekuatan yang timbul dari ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak .
2. Ganjaran dan hukuman orang tua
Ganjaran dalam KBBI berarti upah sebagai pembalas jasa-jasa . Sedangkan menurut Armai dalam bukunya Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam adalah suatu pemberian penghargaan dalam arti luas dan fleksibel karena prestasi seseorang .
Sedangkan pengertian hukuman dalam kamus yang sama adalah sanksi yang diberikan kepada orang-orang yang telah menlanggar terhadap suatu norma, aturan, hukum, atau perundang-undangan yang berlaku. Adapun menurut Armai, dalam buku yang sama dengan di atas, hukuman diartikan selaras dengan pengertian yang ditawarkan dalam kamus di atas .
Adapun yang penulis maksud dengan ganjaran dan hukuman orang tua di sini adalah sebagai motivasi dan koreksi terhadap anak di dalam kegagalannya dan prestasi belajarnya yang dicapai di dalam sekolah.
3. Motivasi Belajar Anak
Menguti arti secara harfiah apa yang diberikan oleh KBBI tentang motivasi, adalah dorongan semangat dari seseorang dalam rangka mengubah semangat yang asalnya kurang, menjadi suatu kondisi yang bertambah .
Motivasi, dalam pengertian yang ditawarkan oleh Saiful Bahri, adalah sebagai suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktifitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu .
Motivasi dalam pengertian yang diberikan Sardiman, sebagaimana ia mengutip Mc. Doladl, adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efektif ( perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan .
Dari ketiga point tentang motivasi di atas dapat penulis simpulkan, bahwa apa yang disebutnya adalah berkaitan dengan perubahan yang bersifat positif, yaitu dengan motivasi seseorang bisa bangkit dari keterpurukan dan pesimistis, menuju kondisi yang penuh harap dan samangat yang berkobar dari dalam jiwanya untuk kemudian merengkuh kejayaan dalam mengarungi kehidupannya kelak.
Sedangkan pengertian belajar yang diberikan oleh KBBI adalah usaha sadar untuk merubah sikap, tangkah-laku dan pengetahuan serta keterampilan.
Tidak jaun berbeda dengan KBBI di atas, belajar menurut Mulyono adalah suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan didalam diri seseorang, mencakup perubahan tingkah-laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan .
Anak adalah insan ( manusia) kecil .
Dari apa yang telah di bahas dari segi istilah di ats, yang dimaksud motivasi belajar anak dalam judul skripsi ini adalah pengaruh yang di timbulkan dari ganjaran dan hukuman orang tua dapat mendorong anak di dalam belajar.

I. Kajian Pustaka
Ganjaran dan hukuman memiliki urgensi yang khas dalam memperbaiki jalannya proses pendidikan.Ganjaran berarti mengiming-imingi dan menjanjikan pahala serta mendorongnya agar melakukan ketaatan.sedangkan arti hukuman melarang dari kekeliruan dan kedurhakan serta menakut- nakuti dari kesalahan dan dosa .
Secara definitif ganjaran adalah penghargaan yang diberikan kepada anak didik atas prestasi,ucapan dan tingkah laku positif dari anak didik, ganjaran merupakan bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
Sedangkan hukuman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , diartikan dengan siksa dan dikenakan kepada orang-orang yang melanggar undang-undang, balasan. Hukuman merupakan reinfocement yang negatif, tetapi bila dilakukan
Dalam penelitian ini, ganjaran menempati posisi sentral karena alasan yang sebagaimana penulis urai dalam bagian batasan istilah di depan adalah merupakan pemberian penghargaan yang diberikan kepada seseorang, dalam hal ini seorang anak, karena prestasi yang ia raih . Sedangkan disamping pembahasan mengenai ganjaran, penelitian ini juga menfokuskan pada hukuman sebagai satu kesatuan dengannya. Karena tidak mungkin ada motivasi jika seseorang, tepatnya orang tua hanya memberikan ganjaran, sementara hukuman dikesampingkan, padahal juga tidak logis bila seorang anak selalu berprestasi. Pasti pada suatu titik, seorang anak mengalami kemunduran dalam pembelajarannya. Di dalam hal ini, maka hukuman sangat logis diberlakukan. Tentu, hukuman yang harus diberikan adalah dalam kerangka bagaimana seorang anak mempunyai semangat belajar kembali.
Sedangkan motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non intelektual. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain, dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang anak akan sangat menentukan tingkat pancapaian prestasi belajarnya .
Keterkaitan antara ganjaran di satu sisi dengan hukuman pada sisi yang lain dapat membentuk seorang anak menjadi lebih termotivasi. Seorang anak akan selalu sigap dalam melangkah dan akan selalu berhati-hati dalam bertindak. Ia akan berfikir berkali-kali untuk mengulangi kecerobohan yang kedua-kalinya karena ada hukuman yang menanti bila tetap tidak mengindahkan. Demikian pula, ia akan penuh gelora semangat dalam belajar karena di depan pelupuk matanya akan menanti hadiah yang akan diberikan orang tuanya bila ia terus berprestasi dalam pembelajarannya. Ganjaran dan hukuman tersebut dengan langsung telah mempengaruhi dalam berproses merubah dirinya pada suatu hal yang positif. Dalam hal ini motivasi berperan sangat besar untuk membentuk kepribadian luhur anak-anak bangsa.

J. Metode penelitian
Metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan bodos. Meta berarti “melalui” dan Bodos berarti “jalan” atau “cara”. Metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan manyusun, data yang diperoleh bagi pengembangan disiplin ilmu tersebut.
1. Rancangan penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen ( variabel bebas) dan variabel depenpenden ( variabel terikat ) hak ini dapat didiskripsikan sebagai berikut:
X ______________ r __________ Y
X1: Ganjaran
X2: Hukuman
Y : Motivasi belajar
Berdasarkan pada variabel di atas, penulis menggunakan jenis variabel korelasi. Peneliti mencari hubungan antara variabel X dengan variabel Y
2. Teknik penentuan subjek penelitian
Dalam penentuan subjek ini penulis menggunakan populasi dan sampel.
a. Penentuan populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Secara umum yang menjadi subjek populasi dalam penelitian ini adalah anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep tahun 2009-2010, yang berjumlah 150 anak.
TABEL 1
Jumlah Rincian Populasi Penelitian
No Dusun Populasi
1 Bemereh/Lenteng 41
2 Montorna 60
3 Tanggulun 48
Jumlah 150
Data Statistik Anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2009-2010
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil popuasi yang diteliti.
Menurut Suharsimi Arikunto untuk dijadikan tanda saja maka “apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semu asehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Akan tetapi bila subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15%, atau 20-25 % atau lebih.
Berkaitan dengan tabel I di atas, dengan jumlah populasi di atas 100 orang, maka peneliti mengambil sampel ”Stratified Proporsional Random Sampling” dengan menggunakan ordinal yaitu mengambil sampel 30% dari populasi yang ada yaitu 150 responden menjadi 45% sebagai sampelnya.
Hal ini penulis lakukan karena:
a. Melihat kemampuan penulis dari segi biaya, waktu dan tenaga.
b. Luasnya populasi, sehingga 30% dianggap dapat mewakili banyaknya populasi yang ada.

TABEL 2
Pengambilan Sampel Penelitian
No Dusun Populasi Sampel (30%)
1 Lenteng/Bemereh 42 13
2 Montorna 60 18
3 Tanggulun 48 14
Jumlah 150 45
Data Statistik Anak di Desa Montorna Pasongsongan Sumenep Tahun 2009-2010
a. Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah angket,interview, observasi, dokumentasi.
a.Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh imformasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.
Dalam penelitian ini kami menggunakan angket tertutup,adalah pertanyaan dan jawabannya tersedia sehingga responden hanya memilih jawaban yang sesuai.Metode ini sebagai metode utama.
b. Interview
Yang sering disebut juga wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
interview suatu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan penjelasan-penjelasan yang sama baik melauli lisan atau dengan bercakap-cakap dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada si peneliti.
Interview ini digunakan untuk mendapatkan informasi yang jelas dan pasti dari objek yang diteliti dengan memperolehnya melalui hubungan tatap muka atau berbentuk tanya jawab kepada seseorang yang dapat memberikan keterangan kepada peneliti sebagai kelengkapan datanya.Metode ini digunakan sebagai metode penunjang.
c. Observasi
Observasi adalah sebagai bentuk kegiatan,peninjawan secara cermat dan sistematis.Observasi bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan tentang fenumena-fenumena yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung.
Metode observasi dimaksudkan untuk mengetahui secara detail terhadap objek yang diteliti karena metode ini dapat mempertimbangkan objek yang diteliti dengan skala bertingkat dan mengadakan penilaian sebagai penerapan akhir dari metode observasi ini.
Adapun tujuan memilih observasi ini adalah untuk mengetahui kenyataan yang terjadi di lapangan melalui pengamatan indra secara langsung sehingg peneliti dapat menarik kesimpulan yang benar dalam melakukan penelitian.
d. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya.
Keuntungan dari metode ini adalah data yang diperoleh nyata, murah biaya, dapat dipertanggungg jawabkan kebenarannya, dan data tidak akan berubah seandainya ada data si penyelidik yang hilang. Sedangkan kelemahannya, kadang-kadang data buyar, data tidak cukup luas, dan data relatif tetap.
b. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah langkah kritis bagi peneliti. Dan peneliti dalam hal ini harus menentukan pola analisis yang mau digunakan.
Dalam rangka pengelolaan data yang diperoleh dari lapangan, maka penulis menggunakan analisis statistik karena pengelolaan data ini bersifat kuantitatif. Dalam artian data yang diperoleh banyak menggunakan angka-angka baik berbentuk grafik atau tabel.
Dalam skripsi ini penulis menggunakan teknik korelasi produk moment karena dalam penelitian ini penulis akan mencari korelasi antara variabel X1 (ganjaran), variabel X2 (hukuman orang tua), sebagai independent terhadap variabel Y (motivasi belajar anak) sebagai dependent.
Teknik korelasi produk moment sebagai berikut:
r x y = ∑ x y
√ ∑x2. ∑y 2
Keterangan:
r x y = korelasi product moment
∑ x y = jumlah dari hasil kali x dan y kecil
∑ x 2 = jumkah skor “x” kecil yang dikuadratkan
∑ y 2 = jumlah skor “y” kecil yang dikuadratkan
Setelah melakukan proses pengumpulan data dan menganalisis maka langkah terakhir adalah pembuktian dengan data. Apabila hasil peneliti itu mengerucut pada hipotesis nihil, berarti tidak ada pengaruh antara ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak tingkat MI. Namun apabila lebih dekat pada hipotesis kerja, maka penelitian yang dilakukan bernilai positif (berpengaruh).
TABEL 3
Interpretasi Nilai ”r”
Besarnya nilai “r” Interpretasi
Antara 0,800 s.d. 1,00 Tinggi
Antara 0.600 s.d. 0,800 Cukup
Antara 0,400 s.d. 0,600 Angka rendah
Antara 0,200 s.d 0,400 rendah
Antara 0,000 s.d 0,200 Sangat rendah
(Arikunto, 1994: 260)

K. Sistematika pembahasan
Sistematika pembahasan adalah susunan yang sistematis dari pembahasan bab pertama hingga pembahasan bab terakhir yang merupakan kesinambungan yang utuh dalam satu sistem.
Sistematika pembahasan dalam penulisan skripsi ini penulis membagi ke dalam 5 bab dengan rancangan sebagai berikiut:
BAB I. Pendahuluan yang merupakan pendiskripsian atas keseluruhan dari isi skripsi yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, alasan memilih judul, batasan memilh judul, asumsi dan hipotesis, ruang lingkup enelitian, kajian pustaka, metode penelitian dan sistematika pembahasan.
BAB II. Kajian pustaka, berisi tentang landasan teori yang memuat: (a). Tinjauan teoritis tentang Ganjaran, antara lain pengertian ganjaran,beberapa pendapat tentang ganjaran, fungsi ganjaran, kelebihan dan kekurangan ganjaran,beberapa faktor yang mempengaruhi ganjaran. (b). Tinjauan teoritis tentang hukuman antara lain: pengertian hukuman, beberapa pendapat tentang hukuman,fungsi hukuman, kelebihan dan kekurangan hukuman,beberapa faktor yang mempengaruhi hukuman. (c). Tinjauan teoritis tentang motivasi belajar anak meliputi: pengertian motivasi belajar, macam-macam motivasi belajar,faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar,upaya meningkatkan motivasi belajar. (d). Pengaruh ganjaran dan hukuman orang tua terhadap motivasi belajar anak,meliputi:terciptanya motivasi dalam belajar,meningkatkan prestasi belajar.
BAB III. Metodelogi penelitian, yaitu memabahas tentang pengertian metodelogi penelitian, teknik penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
BAB IV. Laporan penelitian, dalam bab ini berisi tentang tahap persiapan, tahap pelaksanaan, penyajian data, analisis data serta pembuktian hipotesis dan pembahasan.
BAB V. Penutup, pada bab yang terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA
Ali Budaiwi, Ahmad.2002.Imbalan dan Hukuman Pengaruhnya Bagi Pendidikan Anak, Jakarta: Gema Insani.
Arikunto, Suharsimi.2006. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta:
Reneka Cipta.
Armai, Arif. 2002. Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press.
Bahri, Saiful. 2002. Psikologi Belajar, Jakarta : Rineka Cipta.
Junaidi Muhli, Ahmad. 2009 Berlajar & Bermain Bersama Upin & Ipin, Yogyakarta: DIVA Press, cet. 1
Majalah Edukasi, 2007, Sumenep: Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep
Mulyono, M. 2005.Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.
Nata, Abudin. 2005.Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama,
Purwakania, Hasan, Aliyah, B. ttp. Psikologi Perkembangan Islam, Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Raihanah, 2007, Kontribusi Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dalam Memajukan Sistem Pendidikan Islam Saat ini, Skripsi STIKA Guluk-Guluk
Sardiman, AM. 2005. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: Grafindo Persada.
Saleh Abdullah, Abdurrahman. 1994. Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan al-Qur’an, Jakarta : Rineka Cipta.
Salim, Peter. Salim, Yeni. 2002.Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer
KERANGKA SKRIPSI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………….. i
HALAMAN PERSEMBAHAN …… …………………………………………….. ii
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………….. iii
HALAMAN ……………………………………………………………………….. iv
HALAMAN MOTTO …………………………………………………………….. v
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. vi
DAFTAR ISI ………………………..……………………………………………. vii
DAFTAR TABEL ………………….…………………………………………….. viii
ABSTRAKSI …………………………………………………………………….. iv
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………………………………………………
B. Rumusan Masalah ………………………………………………………
C. Tujuan Penelitian ………………………………………………………..
D. Kegunaan Penelitian …………………………………………………….
E. Alasan Memilih Judul ……………………………………………………
F. Asumsi dan Hipotesis ……………………………………………………
G. Ruang Lingkup Penelitian ………………………………………………
H. Batasan Istilah dalam Judul …………………………………………….
I. Sistematika Pembahasan ……………………………………………….

BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis tentang Ganjaran
1. Pengertian Ganjaran
2. Beberapa pendapat tentang Ganjaran
3. Fungsi Ganjaran
4. Kelebihan dan Kekurangan Ganjaran
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ganjaran
B. Tinjauan Teoritis Tentang Hukuman
1. Pengertian Hukuman
2. Beberapa pendapat tentang hukuman
3. Fungsi Hukuman
4. Kelebihan dan kekurangan Hukuman
5.Faktor-faktor yang mempengaruhi Hukuman
C. Tinjauan teoritis tentang motivasi belajar
1. Pengrtian motivasi belajar
2. Macam-macam motivasi belajar
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
4. Upaya meningkatkan motivasi belajar anak
D. Pengaruh Ganjaran dan Hukuman Orang Tua terhadap motivasi belajar anak
1. Terciptanya Motivasi dalam Belajar
2. Meningkatkan prestasi belajar
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. pengertian metode penelitian
B. Rancangan Penelitian
C. Metode penentuan Sabjek penelitian
D. Metode Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data
BAB IV: LAPORAN PENELITIAN
A. Tahap Persiapan
B. Tahap pelaksanaan
C. Tahap Penyajian Data
D. Analisis Data
E. Pembuktian Hipotesis
BAB V: PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran-Saran
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN –LAMPIRAN
BIOGRAFI PENULIS

ANGKET PENELITIAN
PENGARUH GANJARAN DAN HUKUMAN ORANG TUA
TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK
Responden :
Nama :
Alamat :
Kelas :
Petunjuk pengisian
1. Angket ini adalah angket kejujuran
2. Kejujuran akan terlihat dari pekerjaan anda
3. Diharap memilih salah satu jawaban yang telah tersedia dengan memberi tanda silang (x) pada jawaban yang sesuai dengan pendapat anda.
A. Angket Variabel X1 (Ganjaran)

1. Pernahkah adik diberi hadiyah ketika menjadi juara kelas?
a.Ya b.Kadang-kadang c. Tidak
2. Pernahkah adik diberi uang untuk nabung atau beli buku ketika mendapatkan prestasi?
a.Ya b.Kadang-kadang c. Tidak
3. Pernahkah adik diajak ketempat rekreasi setiap libur sekolah?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak

4. Apakah Ibu atau Bapak adik perhatian ketika adik mengerjakan tugas atau yang lainnya?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
5. Apakah waktu mendengar bahwa adik juara kelas,tiba-tiba orang tua mengajak kamu dan sangat gembira mendengarnya?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
6. Apakah ganjaran mempertahankan prestasi belajar adik ?
a.Ya b.Kadang-kadang c. Tidak
7. Apakah adik pernah mendapatkan uang saku tanbahan dari Bapak atau Ibu ketika pekerjaan rumah mendapatkan nilai yang bagus?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
8. Penahkah adik mendapatkan ucapan selamat belajar,semuga sukses dari bapak atau Ibu ketika akan menghadapi ujian?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
9.Pernahkah adik mendapatkan janji untuk dibelikan buku cerita oleh Bapak atau Ibu ketika males untuk mengerjakan rumah ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
10. Apakah ganjaran orang tua memotivasi adik belajar?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
B. Angket vareabel X2 (Hukuman)
1.Apakah hukuman dapat memperbaiki kegagalan adik dalam belajar?
aYa b.Kadang-kadang c.Tidak
2..Apakah orang tua pernah menghukum adik terkait dengan prestasi belajar yang jelek?
a.Tidak b.Kadan-kadang c.Ya
3.. Apakah orang tua pernah menghukum adik terkait dengan kemalasan untuk belajar mengerjakan PR?
a.Tidak b.Kadang-kadang c.Ya
4. Apakah orangtua pernah menghukum adik terkait dengan alat-alat tulis yang tidak pernah adik rawat secara baik?
a.Tidak b.Kadang-kadang c.Ya
5. Apakah orangtua menghukum adik dalam bentuk hukuman yang mendidik?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
6. Apakah hukuman orang tua miningkatkan belajar pada adik?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
7. Pernahkah adik dimarahi Ibu atau Bapak di depan Umum?
a.Tidak b.Kadang-kadang c.Ya
8.Pernahkah Ibu atau Bapak tidak menghiraukan hasil karya adik?
a.T idak b.Kadang-kadang c.Ya
9.. Apakah hukuman membuat adik itu penting untuk meningkatkan prestasi adik dikelas?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
10.Apakah adik ketika melakukan kesalahan pernah di hukum oleh bapak atau Ibu ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
C. Angket Variabel Y (motivasi belajar)
1.Apakah adik terbiasa membaca buku pelajaran sebelum berangkat sekolah?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
2. Apakah adik selalu gembira ketika berangkat sekolah?
a.Ya b.K adang-kadang c.Tidak
3. Apakah adik terbisa belajar dengan disiplin ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
4. Apakah adik senang melakukan pekerjaan rumah ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
5. Apakah adik selalu mengajak teman untuk belajar ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
6. Apakah adik punya waktu khusus untuk belajar ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
7.Pernahkah adik di bantu oleh orang tua menyiapkan peralatan sekolah ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
8.Ketika adik pulang dari sekolah pernahkah orangtua adik mengivaluasi hasil belajar disekolah ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
9.Apakah orang tua adik selalu memberi kejutan untuk mendukung prestasi belajar?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
10.Penahkah keinginan belajar tumbuh dari diri adik sendiri ?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
11. Pernahkah adik gembira dengan tugas yang diberikan terkait dengan belajar?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
12.Pernahkah adik mencari tau dengan sendirinya tentang suatu hal yang menunjamg pada kelancaran belajar?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
13. Apakah belajar menjadi hal yang amat menyenangkan dalam keseharian adik?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
14. Apakah setiap adik belajar ada target husus yang harus dicapai?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak
15. Pernahkah dalam sehari semalam menyisihkan waktu belajar lebih banyak dengan bermain?
a.Ya b.Kadang-kadang c.Tidak

PEDOMAN INTERVIEW
Tentang Pengaruh Ganjaran Dan Hukuman Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak di Desa Montorna.
Koresponden: Orang Tua
A. Ganjaran
1. Apakah Ganjaran diterapkan oleh Ibu pada anak-anaknya?
2. Seperti apakah ganjaran Bapak/Ibu yang diberikan kepada anak-anaknya ketika mereka berprestasi dalam pendidikan?
3. Pernahkah Ibu mendampingi anak ketika belajar ?
4. Pernahkah Ibu menghargai pertanyaan anak?
5. pernahkah Ibu memberikan hadiah atau pujian kepada anak ketika anak melakukan kebaikan atau mendapatkan prestasi ?
B. Hukuman
1. Apakah Ibu pernah punya keinginan untuk memarahi anak Ibu ketika mereka melakukan kesalahan ?
2. Pernahkah Ibu memukul anak Ibu ketika anak Ibu berbuat salah ?
3. Bagaimana cara Ibu menyikapi anak Ibu nakal ?
4. Pernahkah Ibu memarahi anak Ibu yang bertanya kepada Ibu ketika ada didepan Umum ?
5. Ketika anak Ibu marah-marah ,bagaimana cara Ibu bersikap ?
NOTA DINAS PEMBIMBING

etelahkami membaca,meneliti,dan mengureksi,serta memberiklan masukan perbaikan-perbaikan seperlunya terhadappropo hal yang diyakini peneliti terumuskan secara jelas. Menurut Arikunto, merumuskan asumsi adalah penting dengan tujuan sebagai berikut:
a. Agar ada dasar berpijak yang kukuh bagi masalah yang sedang diteliti.
b. Untuk menpertegas Variabel yang menjadi pusat perhatian.
c. Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.18
Sedangkan asumsi yang dimaksudkan di sini adalah:
a. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan haisl dari belajar. Prestasi belajar yang di maksud meliputi tiga ranah, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik.19
b. Penerapan Pendidikan Agama Islam yang lebih menekankan pada aspek jasmani, aspek akal, dan aspek rohani, memungkinkan dapat emicu dan memacu terhadap prestasi belajar siswa secara maksimal.20
c. Menurut penulis, antara siswa lulusan MTs. dengan siswa lulusan SMP, mempunyai peluang dan kesempatan yang sama untuk meraih prestasi pelajar Pendidikan Agama Islam.
2. Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu gambaran yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data terbukti melalui data yang terkumpul.21 Karena masalah yang diteliti ini merupakan upaya untuk mencari ada tidaknya perbedaan. Maka ada dua hipotesis yang muncul.
1. Hipotesis Kerja (H1)
Ada perbedaan tentang prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang berasal dari MTs dengan siswa yang berasal dari SMP kelas X di SMA Negeri I Lenteng Sumenep tahun pelajaran 2009-2010.
2. Hipotesis Nol (H0)
Tidak ada perbedaan tentang prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara siswa yang berasal dari MTs dengan siswa yang berasal dari SMP kelas X di SMA Negeri I Lenteng Sumenep tahun pelajaran 2009-2010.
Jika (H0) terbukti setelah diuji,maka (H0) diterima dan (H1) ditolak. Dan sebaliknya jika (H1) terbukti, maka (H1) diterima dan (H0) ditolak.

F. RUANG LINGKUP PENELITIAN
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami isi skripsi ini, maka penulis perlu membatasai ruang linkup penelitian sebagai berikut.
1. Ruang Lingkup Materi
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah studi komprasi tentang prestasi belajar pendididkan agama islam antara siswa yang berasal dari MTs dengan SMP, maka untuk mempermudah penulis dalam membatasi penelitian ini, perlu kiranya penulis membuat batasan ruang lingkup materi.
Adapun permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini terdiri dari dua Variabel, yakni: Variabel X1, yaitu prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa lulusan MTs dan Variabel X2, yaitu prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa lulusan SMP.
Dari kedua Variabel ini, muncul beberapa sub bab Variabel dan indikatornya sebagai batasan dari masalah yang penulis teliti. Yaitu:
Tabel 1
Tabel indikator sub bab variabel X1 dan X2 tentang prestasi belajar pendidikan agama islam

No Sub Bab Variabel Indikator
01 Proses Penbelajaran 1. Pre test
2. Pembentukan kompetensi (kogntif, afektif, pesikomotorik)
3. Post test
O2 Penerapan Pendidikan Agama Islam 1. Aspek akal
2. Aspek jasmani
3. Aspek rohani
03 Hasil Raport 1. Mencari angka dalam raport

2. Ruang Lingkup Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi kajian pokok pendidikan. Maka dari ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMANegeri I Lenteng Sumenep.
3. Ruang Lingkup Waktu
Waktu adalah kapan terjadinya sesuatu. Dalam hal ini waktu penelitian adalah tahun 2009-2010 M.

G. BATASAN ISTILAH DALAM JUDUL
Guna menghindari kekeliruan dan kesalahpahaman terhadap maksud dari judul dalam penelitian ini, maka penulis akan memperjelas arti istilah-istilah urgen dalam penelitian ini. Antara lain:
1. Studi komparasi
Studi komparasi adalah kegiatan membandingkan dua kejadian. dalam hal ini adalah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam antara lulusan MTs dengan lulusan SMP. Sedangkan menurut Aswarni Sudjud. Studi komparasi adalah ”penelitian yang dapat menemukan pesanan-pesanan dan perbedaan-perbedaan tentang benda-benda, orang, prosedur kerja, ide-ide, kritik, terhadap perseorangan atau kelompok.22
2. Prestasi Belajar
Menurut Nana Sudjana, prestasi belajar dapat disimpulkan sebagai berikut:
a) Prestasi belajar diperoleh dari siswa setelah ada peristiwa belajar.
b) Prestasi belajar merupakan simbol dari hasil proses belajar.
c) Prestasi belajar dinyatakan dengan angka tertentu.23
Gestalt, seorang ahli jiwa, mendefinisikan prestasi belajar ”perubahan sebagai hasil belajar bersifat menyeluruh baik perubahan pada prilaku, maupun kepribadian secara keseluruhan.24
Dari definisi-definisi yang telah dipaparkan, penulis menyimpulkan bahwa prestasi belajar yang dimaksud di sini adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk skor, huruf, maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap peserta didik pada pereode tertentu.
3. Pendidikan Agama Islam
Ada banyak pakar dan ilmuwan yang memberikan definisi dan pengertian tentang Pendidikan Agama Islam ini, diantaranya ;
– Dr. Yusuf Al-Qardhawi, memberikan definisi Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya.25
– Zakiyat Darajat, mendefinisikan Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh.26
Maka penulis menyimpulkan Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan (pendidikan manusia seutuhnya) yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

H. KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Prestasi
Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda ”prestatie” yang berarti ”hasil usaha”.27 Robert M. Gagne (1998:65) mendefinisikan bahwa prestasi adalah setiap proses yang terdapat hasil nyata, dapat diukur, dan dapat dinyatakan sebagai hasil belajar (achievement) seseorang.28
Prestasi yang dimaksudkan di sini adalah untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar. Maka perlu dilakukan suatu evaluasi, yaitu untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.

2. Pengertian Belajar
Belajar menurut Cronbach adalah ”learning is shown by a change in behavior as a result of experience”.
“belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”.29
Ada juga yang mendefinisikan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baik secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.30
Dari definisi-definisi di atas, penulis menyimpulkan bahwa belajar sebagai perubahan tingkah laku, mempunyai ciri sebagai berikut:
a. perubahan terjadi secara sadar
b. perubahan dalam belajar bersifat kontinue dan fungsional
c. perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
d. perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
e. perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
f. perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.31
3. Pengertian Prestasi Belajar
Beberapa definisi tentang prestasi belajar yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan (ilmuwan) sudah tertuang di depan. Jadi, sebagai pertanda bahwa seseorang telah melakukan proses belajar akan terlihat suatu hasil nyata yang dapat diukur. Hasil nyata yang dapat diukur dinyatakan sebagai prestasi belajar seseorang.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditujukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru.32
Adapun dalam penelitian ini yang dimaksud prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan peserta didik setelah menempuh proses pembelajaran tentang materi tertentu, yakni tingkat penguasaan, perubahan emosional, atau perubahan tingkah laku yang dapat diukur dengan tes tertentu dan diwujudkan dalam bentuk nilai dan skor.
Sedangkan menurut Benjamin S.Bloom, sebagaimana dikutip oleh Abu Muhammad ibnu Abdullah, bahwa hasil belajar (prestasi belajar) diklasifikasikan, ke dalam tiga ranah, yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.33
Bertolak dari pendapat-pendapat di atas, penulis lebih cenderung kepada pendapat Bloom. Kecenderungan ini didasarkan pada alasan bahwa ketiga ranah yang diajukan lebih terukur, dalam artian untuk mengetahui prestasi belajar yang dimaksudkan mudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada pembelajaran formal.
Berdasarkan hal tersebut, maka penulis berkesimpulan bahwa prestasi belajar meliputi tiga ranah, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.
4. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk menanamkan sikap budi pekerti atau akhlak, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran-ajaran dasar agama Islam yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist.34
Marimba mendefinisikan, Pendidikan Agama Islam adalah ”bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.35
Dengan demikian Pendidikan Agama Islam bukan saja bertujuan agar siswa mengetahui tentang pengetahuan agama, namun juga bagaimana siswa beragama. Siswa beragama dalam pengertian hasil belajar siswa dalam bentuk pengetahuan, dan aturan-aturan agama yang dimiliki oleh peserta didik dapat dijadikan pedoman dan kendali dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
5. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
Berbicara tentang prestasi belajar Pendidikan Agama Islam, berarti berbicara tentang pendidikan dan agama. Dimana pendiddikan dan agama sama-sama mempunyai peranan dan makna yang sangat vital dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidikan agama di sekolah merupakan pendidikan dasar yang harus ditanamkan sebagai pondasi dari pendidikan-pendidikan yang lain.
Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam adalah hasil belajar yang ditunjukkan dengan suatu nilai yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran agama Islam sekligus merupakan performance kerja siswa dalam kurun tertentu.36
Dari paparan dan definisi-definisi yang sudah terurai pada bab sebelumnya, yang harus digarisbawahi tentang prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebagai berikut:
1. sebagai proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.37
2. Prestasi belajar Pendidikan Agama Islam yang menekankan pada aspek akal, jasmani dan rohani berbanding lurus dengan pendapat Bloom yang membagi hasil belajar pada tiga ranah, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artinya, untuk mengecek dan mengetahui prestasi belajar Pendidikan Agama Islam yang dimaksudkan mudah dan dapat dilaksanakan, khususnya pada pembelajaran formal.

sal penelitian sekripsisaudara:

Nama : Nurul Qamariyah

NIM : 200636012594

NIMKO : 4.036.0001.1.02188

Judul :PENGARUH GANJARAN DAN HUKUMAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK DI DESA MONTORNA PASONGSONGAN SUMENEP TAHUN 2010

Jurusan :Pendidikan Agama Islam (PAI)

Maka kami berkesimpulan sudah dapat diajukan untuk segera diseminarkan

Guluk-guluk,

Pembimbimbing I
Pembimbing II

Drs.Arif Ali
Drs.H.Kutwa Fath,M.Pd.
Mengetahui

Ketua Jurusan PAI

Drs.K.H.Halim Ismail

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 28, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.898 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: